Saat membangun rumah atau memperbaiki sistem pembuangan, banyak orang bertanya: apakah septic tank harus diplester seluruhnya atau tidak?
Pertanyaan ini cukup penting, karena konstruksi septic tank yang kurang tepat bisa menyebabkan berbagai masalah seperti WC cepat penuh, bau tidak sedap, hingga pencemaran lingkungan.
Berikut penjelasan lengkapnya yang Tim Sedot WC Joyo Abadi ulas berdasarkan pengalaman di lapangan.
Apakah Septic Tank Harus Diplester?
Jawabannya adalah tidak harus seluruh bagian diplester.
Septic tank yang baik biasanya terdiri dari dua sistem utama, yaitu:
- Bagian penampungan yang kedap air
- Bagian resapan yang memungkinkan air meresap ke tanah
Artinya, hanya bagian tertentu saja yang perlu diplester, sementara bagian lain justru tidak boleh kedap agar sistem tetap bekerja dengan baik.
Fungsi Plester pada Septic Tank
Plester pada septic tank memiliki fungsi utama untuk menahan limbah padat agar tidak langsung meresap ke tanah. Selain itu, plester juga membantu:
- Mencegah kebocoran limbah padat
- Menjaga struktur septic tank tetap kuat
- Mengurangi risiko pencemaran lingkungan
Namun, jika seluruh bagian diplester tanpa sistem resapan, justru akan menimbulkan masalah baru.
Kenapa Tidak Semua Bagian Harus Diplester?
Jika septic tank dibuat kedap seluruhnya, maka:
- Air limbah tidak bisa keluar
- Tangki akan cepat penuh
- Frekuensi penyedotan menjadi lebih sering
- Risiko WC mampet meningkat
Sebaliknya, jika septic tank tidak diplester sama sekali:
- Limbah dapat meresap secara langsung ke tanah
- Berpotensi mencemari air sumur
- Menimbulkan bau tidak sedap
Karena itu, desain septic tank harus seimbang antara kedap dan resapan.
Bagian Septic Tank yang Perlu Diplester
Beberapa bagian yang umumnya diplester antara lain:
- Dinding ruang penampungan
Bagian ini berfungsi untuk menahan limbah padat agar tidak langsung meresap. - Sekat antar ruang
Digunakan untuk memisahkan limbah padat dan cair. - Dasar tangki (tergantung kondisi tanah)
Pada beberapa desain, bagian dasar diplester untuk menjaga kestabilan dan menahan lumpur.
Bagian yang Tidak Perlu Diplester
Area resapan tidak perlu diplester karena berfungsi sebagai tempat keluarnya air limbah yang sudah tersaring.
Biasanya area ini menggunakan:
- Batu kerikil
- Pipa resapan
- Tanah terbuka
Fungsi utamanya adalah membantu proses penyaringan alami sebelum air kembali ke tanah.
Kunjungi juga artikel tips trik kami yang lainnya:
Kenapa WC Jongkok Sering Mampet? Ini Penyebab & Solusinya
Kenapa Septic Tank Harus Disedot Secara Rutin? Ini Penjelasan Lengkapnya
Dampak Septic Tank yang Tidak Sesuai
Kesalahan dalam konstruksi septic tank bisa menyebabkan berbagai masalah, seperti:
- WC sering mampet
- Septic tank cepat penuh
- Muncul bau tidak sedap
- Tanah di sekitar menjadi lembek
- Risiko pencemaran air tanah
Masalah-masalah ini sering terjadi tanpa disadari dan baru terasa setelah beberapa waktu penggunaan.
Kesimpulan
Septic tank tidak harus diplester sepenuhnya. Sistem yang baik adalah kombinasi antara bagian kedap untuk menampung limbah padat dan bagian resapan untuk mengalirkan air limbah ke tanah.
Dengan desain yang tepat, septic tank dapat bekerja lebih optimal, tidak cepat penuh, dan lebih ramah terhadap lingkungan.

